SKETSA KEDUPAN MINGGU PAGI DI SUDUT PINGGIR JAKARTA, jauh dari nuansa "Sipe Lu Siape Gue"
Tergoda oleh tayangan twitter anak saya yang menayangkan foto ”buffalo mozarella chese” menggiurkan di meja makannya di Tokyo, saya bertekad untuk mencari padanan sarapan pagi kuliner traditional Betawi yang murah meriah, sambil melakukan acara rutin naik sepeda santai Minggu pagi. Sembari menggenjot sepeda lipat (seli) menelusuri jalan-jalan kampung, perhatian saya malahan sempat melenceng menelusuri sketsa kehidupan masyarakat di pinggiran Jakarta, yang sangat menarik, dan selama ini luput dari perhatian saya. Beruntung, setelah menggenjot sepeda sejauh 10-an kilometer menelusuri jalan kampung yang sarat dengan serba-serbi sketsa kehidupan ini, saya akhirnya menemukan kuliner traditional yang tidak kalah dengan ”buffalo mozarella chese”, nyaris terlupakan kalau tidak diingatkan perut saya yang turut berdendang dengan irama keroncongnya mengingatkan sasaran tembak kuliner semula! |
