PESAN BAGI MANULA DAN PENSIUNAN
PENGANTAR PENYUNTING:
Tanggal 6 Desember 2010, saya sedikit kesal karena terlambat 15 menit sampai di Gedung Pendopo Sapta Taruna Mementerian PU, meskipun saya berangkat dari rumah pukul 6:30 pagi di hari Senin tersebut. Saya mendapatkan undangan untuk hadir pukul 10:00 tepat untuk mewakili secara simbolis pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian PU sebagai yang dilepas setelah pensiun secara simbolis oleh Menteri PU. Karena terlambat, saya digantikan oleh pegawai pensiunan lainnya dari Sekertariat Jenderal PU. Untung masih ada tempat duduk kosong di jejeran depan sehingga saya masih sempat menyaksikan dari dekat, menteri melepaskan secara resmi pegawai yang pensiun tahun 2009. Saya sebenarnya sudah pensiun setahun lalu, 1 Desember 2009, pada umur 65 tahun setelah bertugas selama 45 tahun di Kementerian PU ini. Sambil memutar kursi tegak lurus menghadap panggung, mata saya tertarik pada buletin sederhana Media IPPU Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum, yang saya langsung raih dan baca, sambil mengisi waktu. Saya langsung larut membacanya dan sempat tersentuh mendalam dengan artikel “Pesan Bagi Warga Lansia” yang langsung saya sunting dengan menambahkan foto bertema “orang pensiun” dan kata “Pensiunan” pada judulnya untuk dibagi kepada rekan-rekan pensiunan PU yang tidak sempat membacanya sbb:
