Delapan Jam Bersama Pahlawan Devisa dari Dubai, UAE
Entah karena desakan ekonomi keluarga, karena keberanian ataupun karena nekad setelah mendapatkan cerita-cerita angin sorga dari teman yang sukses bekerja di Timur Tengah, apapun motivasinya, saya sangat kagum dengan upaya “spekulasi” (dalam tanda kutip) dari Ibu setengah baya ini, dengan modal pendidikan Sekolah Dasar, Bahasa Arab nol, apalagi Bahasa Inggeris, tanpa teman yang mendampingi, nekad meninggalkan suami yang petani di kampong dengan tiga orang anak yang sudah mulai sekolah, berangkat ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan hanya diikat dengan kontrak yang dia sendiri tandatangani tanpa mengerti detail substansinya. Saya beruntung mendapat kesempatan bersama sosok yang banyak menjadi berita di tanah air selama 8 jam dari Dubai ke Jakarta di pesawat Garuda yang membawa kami dari Schiphol, Amsterdam, sehingga bisa mengkonfirmasi berita berita positif ataupun negative yang sering dilangsir di media.
