BERSYUKUR: MASIH MENGALAMI HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI, 17 AGUSTUS 2011, SANGAT ISTIMEWA KARENA BERTEPATAN DENGAN 17 RAMADHAN 1432-H
Tujuhbelasan Pasca Pensiun: Pada dekade terakhir karir saya sebagi abdi negara di suatu Departemen (kini sudah berganti nama menjadi Kementerian), setiap tanggal 17 Agustus saya menyempatkan diri untuk menghadiri undangan peringatan kemerdekaan di Istana Negara sesudah selesai upacara pagi di Departemen, dan/atau atau menghadiri upacara penurunan bendera di tempat yang sama pada sore harinya. Pada hari ini, saya hanya tinggal di rumah mengenang dan menelusuri jejak-jejak perjalanan hidup, sebagai ”askar tak begune” (istilah negeri jiran) yang tidak akan mendapat undangan lagi ke istana. Untuk itu, lahirlah catatan ini sebagai bagian nostalgia peribadi yang ingin saya bagi ke generasi penerus saya, semoga ada yang sempat membacanya.
