Bergelut dengan Penyakit Aneh Selama Tiga Tahun (1973-76): Berobat dari Dokter Spesialis, Sampai ke Belasan Macam Pengobatan Alternatif
Bergelut dengan Penyakit Aneh Selama Tiga Tahun (1973-76):
Berobat dari Dokter Spesialis, Sampai ke Belasan Macam Pengobatan Alternatif
Dari tahun 1970 s/d 1974 saya bekerja di Metro Lampung, menempati rumah dinas yang cukup luas rumah dan pekarangannya. Dua anak saya lahir di Metro, kemudian saya dipindahkan bertugas ke Bandarjaya, Lampung Tengah.
Pada tahun 1973, saya menderita penyakit aneh, yang menerpa saya selama tiga tahun baru sembuh, dan selama itu dokter tidak dapat memberikan diagnose panyakitnya. Saya sempat berobat ke segala macam metode pengobatan, mulai dari dokter umum, spesialis penyakit dalam di Metro, Tanjungkarang, Jakarta dan Makassar, sampai ke dukun, orang pintar, sinse, tabib Pakistan, akupuntur, pijat tradisional, pijat fleksi, sampai ke pengobatan ala timur tengah.
Saya hampir-hampir putus asa, dan merasa bosan hidup, selalu dikejar perasaan takut mau mati. Namun yang selalu terpikir oleh saya, dan membuat saya sedih setiap kali melihat kedua anak saya yang baru berumur setahun sembilan bulan dan yang satunya baru berumur tujuh bulan. Selalu terbayang rasa takut dalam diri saya: “Siapa yang akan memelihara kedua anak saya – sementara isteri saya baru menjelang umur 24 tahun.
Berikut ini foto-foto di Metro, dan di Soppeng waktu saya kembali berobat ke Kampung halaman. Pada saat itu saya ketemu foto nenek saya (duduk sebelah kanan depan), pada tahun 1920 atau sekitar 6 tahun sebelum ibu saya lahir. Saya ambil sebagai kenang-kenangan, untuk dibawa ke Lampung (saya tercengang melihat wajah nenek saya, enam tahun sebelum ibu saya lahir – waktu di dunia ini betul-betul cepat sekali berlalu, tiba-tiba saja saya sadar bahwa saat ini saya sudah 36 tahun sejak sakit di Metro dulu).
