ANTARA CINTA ASUHAN DAN GANGGUAN KELESTARIAN EKOSISTEM: (Berakhir dengan kuliner Bugis gulai umbut ”pokko kaluku” dengan iga sapi bertulang rawan yang merupakan kuliner termahal di keluarga kami)
ANTARA CINTA ASUHAN DAN GANGGUAN KELESTARIAN EKOSISTEM:
(Berakhir dengan kuliner Bugis gulai umbut ”pokko kaluku” dengan iga sapi bertulang rawan yang merupakan kuliner termahal di keluarga kami)
By Hafied Gany
gany@hafied.org; www://twitter.com/hafiedgany
---------
Sambil menyiapkan artikel singkat ini, dalam benak saya timbul rasa sedih dan perasaan bersalah yang mendalam, bukan hanya kepada sahabat karib saya yang orang Muangthai, tapi juga karena menyesali keputusan untuk menebang tuntas pohon “kelapa pandan-bangkok” (yang bibitnya sengaja saya bawa dalam koper dari Bangkok di Tahun 2000) yang telah kami tanam di pekarangan dan asuh dengan penuh kasih sayang dan kehati-hatian selama hampir sepuluh tahun, dan pasti akan membawa dampak terhadap kelestarian lingkungan bagaimanapun kecilnya dampak tersebut.
Walaupun sebenarnya saya mempunya argumentasi yang saheh dalam keputusan menebang pohon kesayangan keluarga dan sahabat Thailand saya tersebut, dan semakin menjadi signifikan karena baru saja susudah ini saya menerima telephon dari sahabat Muangthai tersebut (yang kini sudah menjalani purna tugas di Departemen Pengairan Kerajaan Muangthai, dan memutuskan menjadi Pendeta Agama Budha di Kampung halamannya) bahwa beliau akan berkunjung ke rumah kami sebagaimana yang sudah beberapa kali dilakukannya di masa lalu, pada akhir bulan Juni 2010 mendatang. Kalau tidak terlanjur di tebang, pasti saya tunda dulu sampai beliau selesai berkunjung, namun semuanya sudah terlanjur, maka saya hanya hanya bisa berharap bahwa beliau membaca artikel singkat ini sebelum berkunjung ke Jakarta (makanya artikel ini saya sajikan juga dalam Bahasa Inggeris), dan mengharapkan pada gilirannya beliau akan menerima dan memaafkan keputusan saya menebang pemberian kesayangannya, kendatipun sebenarnya saya masih tinggalkan satu pohon yang tumbuh lebih subur di sebelahnya.
