www.hafied.org

www.hafied.org

Aug 16 / 9:49pm

BERSYUKUR: MASIH MENGALAMI HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI, 17 AGUSTUS 2011, SANGAT ISTIMEWA KARENA BERTEPATAN DENGAN 17 RAMADHAN 1432-H

Click here to download:
Catatan Ramadhan.doc (54 KB)
(download)

 

Tujuhbelasan Pasca Pensiun: Pada dekade terakhir karir saya sebagi abdi negara di suatu Departemen (kini sudah berganti nama menjadi Kementerian), setiap tanggal 17 Agustus saya menyempatkan diri untuk menghadiri undangan peringatan kemerdekaan di Istana Negara sesudah selesai upacara pagi di Departemen, dan/atau atau menghadiri upacara penurunan bendera di tempat yang sama pada sore harinya. Pada hari ini, saya hanya tinggal di rumah mengenang dan menelusuri jejak-jejak perjalanan hidup, sebagai ”askar tak begune” (istilah negeri jiran) yang tidak akan mendapat undangan lagi ke istana. Untuk itu, lahirlah catatan ini sebagai bagian nostalgia peribadi yang ingin saya bagi ke generasi penerus saya, semoga ada yang sempat membacanya. 

Comments (0)

May 31 / 9:31pm

Delapan Jam Bersama Pahlawan Devisa dari Dubai, UAE

Click here to download:
Delapan Jam Bersama Pahlawan Devisa dari Dubai.doc (162 KB)
(download)

Entah karena desakan ekonomi keluarga, karena keberanian ataupun karena nekad setelah mendapatkan cerita-cerita angin sorga dari teman yang sukses bekerja di Timur Tengah, apapun motivasinya, saya sangat kagum dengan upaya “spekulasi” (dalam tanda kutip) dari Ibu setengah baya ini, dengan modal pendidikan Sekolah Dasar, Bahasa Arab nol, apalagi Bahasa Inggeris, tanpa teman yang mendampingi, nekad meninggalkan suami yang petani di kampong dengan tiga orang anak yang sudah mulai sekolah, berangkat ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan hanya diikat dengan kontrak yang dia sendiri tandatangani tanpa mengerti detail substansinya. Saya beruntung mendapat kesempatan bersama sosok yang banyak menjadi berita di tanah air selama 8 jam dari Dubai ke Jakarta di pesawat Garuda yang membawa kami dari Schiphol, Amsterdam, sehingga bisa mengkonfirmasi berita berita positif ataupun negative yang sering dilangsir di media.  

Comments (0)

May 31 / 9:22pm

Delapan Jam Bersama Pahlawan Devisa dari Dubai, UAE

Click here to download:
Delapan Jam Bersama Pahlawan Devisa dari Dubai.doc (162 KB)
(download)

Entah karena desakan ekonomi keluarga, karena keberanian ataupun karena nekad setelah mendapatkan cerita-cerita angin sorga dari teman yang sukses bekerja di Timur Tengah, apapun motivasinya, saya sangat kagum dengan upaya “spekulasi” (dalam tanda kutip) dari Ibu setengah baya ini, dengan modal pendidikan Sekolah Dasar, Bahasa Arab nol, apalagi Bahasa Inggeris, tanpa teman yang mendampingi, nekad meninggalkan suami yang petani di kampong dengan tiga orang anak yang sudah mulai sekolah, berangkat ke Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan hanya diikat dengan kontrak yang dia sendiri tandatangani tanpa mengerti detail substansinya. Saya beruntung mendapat kesempatan bersama sosok yang banyak menjadi berita di tanah air selama 8 jam dari Dubai ke Jakarta di pesawat Garuda yang membawa kami dari Schiphol, Amsterdam, sehingga bisa mengkonfirmasi berita berita positif ataupun negative yang sering dilangsir di media.  

Comments (0)

Mar 20 / 3:27am

MENINJAU PROSES PENGOLAHAN TELUR IKAN STURGEONS MENJADI CAVIAR DI IRAN, JENIS MAKANAN TERMAHAL DI DUNIA

Click here to download:
MENINJAU PROSES CAVIAR.doc (238 KB)
(download)

Pada bulan Mei 2008 lalu, saya ditugaskan memimpin rombongan sebanyak 10 orang untuk meninjau perkembangan irigasi dan sumber daya air di Negara Timur Tengah yang kering ini, dan memberikan kuliah sebagai visiting lecturer di Universitas Theran, dan Universitas Gilan. Kami bersama rombongan berkesempatan mengunjungi tambak penelitian untuk peternakan ikan Sturgeon di Provinsi Gilan sekitar 400km sebelah utara Ibu kota Iran, Theran.
Dalam kunjungan tersebut, kami sempat melihat proses pengolahan telur ikan sturgeon (caviar) tersebut, mulai dari pembibitan ikan, pemeliharaan, peroduksi makanan, sampai pada proses penangkapan, penyembelihan, sampai pengambilan telur untuk diproses menjadi caviar. Ternyata pemeliharaan ikan yang hidupnya dari laut kaspia ini menggunakan teknologi yang sangat canggih, sehingga penelitiannya harus benar-benar dilaksanakan dengan teliti. Kami sangat kagum terhadap orang peneliti Iran itu sendiri yang sangat tekun dengan pelaksanaan penelitian sesuai dengan kepakarannya untuk pengembangan teknologi IKAN STURGEON yang semuanya sudah menggunakan teknologi canggih tersebut, padahal mereka sangat terbatas sumber dayanya.

Comments (0)

Jan 30 / 6:12am

PROSPEK PENGEMBANGAN IRIGASI MIKRO PADA LAHAN KERING BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENJAGA KETAHANAN PANGAN

Click here to download:
IRIGASI MIKRO PADA LAHAN KERING.doc (494 KB)
(download)

ABSTRAK

 

Sebelum awal Pembangunan Lima Tahun di Pelita Pertama tahun 1969, Indonesia pernah tercatat sebagai pengimpor beras terbesar di dunia, dan berkat kesuksesan intensifikasi pertanian melalui kegiatan peningkatan pelayanan irigasi dan penerapan teknologi maju yang terintegrasi dengan penerapan rekayasa sosial, dalam waktu 15 tahun berikutnya pernah sukses mencapai prestasi swasembada beras pada tahun 1984. Pada saat itu, komoditas pangan lainnya seperti jagung, kedelai, dan ubi kayu, juga mengalami peningkatan. Sayangnya bahwa sejak tahun 1998 kita dilanda krisis ekonomi yang cukup parah sehingga produksi komoditas pertanian juga mengalami penurunan hingga sampai saat ini kita masih mengalami pasang surut sebagai pengimpor beras yang belum bisa dipulihkan kembali secara stabil.

Menghadapi kenyataan bahwa semakin menurunnya ketersediaan lahan yang sesuai untuk pengembangan lahan beririgasi baru, maka disamping upaya intensifikasi lahan beririgasi yang tersedia seyogyanya kita berpaling ke potensi yang masih cukup luas di Indonesia yakni lahan lahan kering yang cukup luas mencapai 143,9 juta ha.

Sebenarnya, secara tradisional, selama ini sudah cukup banyak pengalaman masyarakat, khususnya di luar Jawa yang mengembangkan pemanfaatan lahan kering melalui teknologi sederhana berbasis ”kearifan lokal” sesuai dengan kondisi dan tuntutan masyarakat tani setempat. Misalnya, pengembangan lahan berpindah bahkan humah untuk tanaman pangan sangat umum dikembangkan dan praktekkan oleh petani pemukim tradisional di lahan-lahan kering pada dataran tinggi diwaktu lalu. Juga pada lahan-lahan kering yang tingkat retensi air tanahnya tidak memungkinkan lagi untuk menanam tanaman pangan secara rutin, banyak yang mengembangkan teknologi penyiraman tanaman, bahkan banyak dijumpai penerapan semacam irigasi tetes untuk membasahi tanaman. Umumnya produksinya rendah, sehingga perlu ditunjang dengan teknologi pertanaman yang sesuai agar produksinya dapat ditingkatkan  mendekati potensi optimalnya.

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan lahan kering, makalah ini menyajikan potensi pengembangan “irigasi mikro” yang berbasis “kearifan lokal” yang sudah banyak sekali dikembangkan di negara-negara berkembang bahkan mengembangkannya menjadi teknologi irigasi modern di negara-negara maju. Penyajian makalah ini secara umum akan memberikan gambaran mulai riwayat awal pengembangan, alternatif teknologi terapan sampai kepada contoh-contoh keberhasilan yang sudah dicapai di negara-negara yang menerapkannya secara luas melalui keterpaduan penggunaannya dengan teknologi irigasi mikro dan pertanaman modern, meskipun tidak harus dengan tanaman padi yang membutuhkan banyak air.

Comments (0)

Jan 23 / 4:28pm

HISTORICAL REVIEW AND FUTURE PERSPECTIVE OF WATER RESOURCES INSTITUTIONAL ARRANGEMENT WITH SPECIAL REFERENCE TO INDONESIAN CONDITIONS

Click here to download:
GANY'S FULL LENGTH PAPER IV-12.doc (107 KB)
(download)

 

ABSTRACT

 

The historical evidence on water resources development in Indonesia had at least been conducted since the Ancient Kingdoms of Mulawarman at the 5th Century AD followed by the flourishing era during the Buddhist and Hindu Era of the 7th to 9th Century AD. During which, the development and institutional arrangement were mainly based on the ‘executive order of the king’, referred to as ‘dawuhan’ or command, without any formal institutional arrangement.

The introduction of water resources technology was only started in the middle of the 18th century through the implementation of the Dutch Colonial Government Policy. During which, most water resources projects with parallel development of institutional arrangements, were conducted on experimental basis by virtue of trial-and-error approach. This was due to limited number of experiences, with limited knowledge about actual site conditions, and the absence of hydrological as well as climatological data.

The establishment of the Ministry of Public Works referred to in Dutch Language as ‘Department van Burgelijke Openbare Werken (B.O.W.)’ was only in 1854, which was responsible for development of public infrastructures on water resources. The establishment was encountered by problems for recruiting competence personnel’s due to the lack of experiences and technical skills. The above endeavours had been practically terminated during the Second World War till the revival of development program few years after the Country’s independence, 1940’s to 1950’s.

From this point on, the government of Indonesia has been taking all the necessary endeavours on institutional arrangement including the establishment of the government institutions at all levels. This include the review of the previously initiated ‘Water Regulation’ such as Presidential Instruction No. 1/1969 on Water Resources Management, Law No. 11/1974 on Water Resources Development, and most recently Law No.7/2004 on Water Resources, and its related Government Regulations. The latest law prescribes the urgency to establish Water Resources Council at the Central, Provincial, Regency, and/or at the River Basin levels, as effective coordinating instruments toward Integrated Water Resources Management.

In an attempt to scrutinize the institutional constraints stated above, this paper has been prepared to list up the past problems and constraints along the Indonesian history of water resources institutional arrangement, for discussing future challenges and develop sustainable and cost-effective approaches. The paper, however, is mainly addressing the general water resources institutional arrangement, and not specifically on the framework of development in flat coastal areas, which is relatively new to Indonesia.

Comments (0)

Jan 9 / 11:49pm

SKETSA KEDUPAN MINGGU PAGI DI SUDUT PINGGIR JAKARTA, jauh dari nuansa "Sipe Lu Siape Gue"

(download)

Tergoda oleh tayangan twitter anak saya yang menayangkan foto ”buffalo mozarella chese” menggiurkan di meja makannya di Tokyo, saya bertekad untuk mencari padanan sarapan pagi kuliner traditional Betawi yang murah meriah, sambil melakukan acara rutin naik sepeda santai Minggu pagi. Sembari menggenjot sepeda lipat (seli) menelusuri jalan-jalan kampung, perhatian saya malahan sempat melenceng menelusuri sketsa kehidupan masyarakat di pinggiran Jakarta, yang sangat menarik, dan selama ini luput dari perhatian saya. Beruntung, setelah menggenjot sepeda sejauh 10-an kilometer menelusuri jalan kampung yang sarat dengan serba-serbi sketsa kehidupan ini, saya akhirnya menemukan kuliner traditional yang tidak kalah dengan ”buffalo mozarella chese”, nyaris terlupakan kalau tidak diingatkan perut saya yang turut berdendang dengan irama keroncongnya mengingatkan sasaran tembak kuliner semula!

Comments (0)

Dec 16 / 5:26am

PESAN BAGI MANULA DAN PENSIUNAN

Click here to download:
PESAN BAGI MANULA DAN PENSIUNAN.doc (273 KB)
(download)

 

PENGANTAR PENYUNTING:

Tanggal 6 Desember 2010, saya sedikit kesal karena terlambat 15 menit sampai di Gedung Pendopo Sapta Taruna Mementerian PU, meskipun saya berangkat dari rumah pukul 6:30 pagi di hari Senin tersebut. Saya mendapatkan undangan untuk hadir pukul 10:00 tepat untuk mewakili secara simbolis pegawai Sekretariat Jenderal Kementerian PU sebagai yang dilepas setelah pensiun secara simbolis oleh Menteri PU. Karena terlambat, saya digantikan oleh pegawai pensiunan lainnya dari Sekertariat Jenderal PU. Untung masih ada tempat duduk kosong di jejeran depan sehingga saya masih sempat menyaksikan dari dekat, menteri melepaskan secara resmi pegawai yang pensiun tahun 2009. Saya sebenarnya sudah pensiun setahun lalu, 1 Desember 2009, pada umur 65 tahun setelah bertugas selama 45 tahun di Kementerian PU ini. Sambil memutar kursi tegak lurus menghadap panggung, mata saya tertarik pada buletin sederhana Media IPPU Ikatan Pensiunan Pekerjaan Umum, yang saya langsung raih dan baca, sambil mengisi waktu. Saya langsung larut membacanya dan sempat tersentuh mendalam dengan artikel “Pesan Bagi Warga Lansia” yang langsung saya sunting dengan menambahkan foto bertema “orang pensiun” dan kata “Pensiunan” pada judulnya untuk dibagi kepada rekan-rekan pensiunan PU yang tidak sempat membacanya sbb:

Comments (1)

Dec 11 / 3:31am

"BEE POLLEN" ANUGERAH LUAR BIASA DARI ALLAH BAGI KESEHATAN MANUSIA DAN SEMESTA ALAM

Click here to download:
Bee Pollen for Health.doc (31 KB)
(download)

{♥} Peneliti senior bangsa Rusia Prof. Nicolai Vasilievich Tsitsin, seorang ahli biologi dan ahli penyelidakan botabi pada Institute Penelitian Umur Manusia (Longevity Institute), mencoba mengungkapkan rahasia panjangnya umur dari banyak penduduk asli Georgia (dulu bagian dari Uni Sovyet), yang didapati banyak yang berumur melebihi 125 tahun. Ternyata rahasianya terletak pada "Bee Pollen" (serbuk sari sisa makanan bayi lebah yang tersisa di sarang lebah). {♥} Ihkwal Bee Pollen (BP) sebenarnya telah banyak ditulis sejak ribuan tahun lalu pada naskah peninggalan pengobatan purba (kuno).
{♥} Hippocrates, Bapak ilmu pengobatan, percaya bahwa BP memberikan banyak peran dalam panjangnya umur dan kesehatan manusi. {♥} BP adalah makanan alamiah yang sangat komplet, kaya dengan vitamin, mineral, asam amino dan sumber protein yang lengkap acids. BP dapat memberikan kita suatu 'rahasia' tersendiri untuk menjaga tetap bugar. {♥} Dapatkanlah 'Rahasia' tersebut. Konsumsilah BP. Sebuah suplemen nutri serba lengkap sapu jagad (Suatu anugerah kebesaran Allah kepada ummat-Nya setelah air), BP merupakan anugerah yang sangat ideal untuk melengkapi konsumsi makanan sehat kita sehariIhari. bee pollen is ideal for daily use.
{♥} {Subhana~4JJ wa bihamdih!}, Simaklah Surah 16 An-Nahl yang terdiri dari 128 ayat diantara 114 Surah dalam Alquran yang diberi judul "Annahlu (Lebah)". Begitu pentingnya peranan lebah bagi kehidupan manusia. Lebih lanjut, silahkan disimak sebuah artikel bab kecil dari hasil penelitian ilmiah pakar tentang manfaat lebah tersebut, seperti kami kutipkan berikut:
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Comments (0)

Nov 26 / 6:10am

CATATAN RINGAN DARI KUNJUNGAN KERJA KAMI KE WUHAN, HUBEI, RR CHINA

Click here to download:
CATATAN SEPELE DARI KUNJUNGAN KE WUHAN.doc (1.6 MB)
(download)

Kendatipun kami baru pertama kali berkunjung ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei, RRC, namun dalam sepuluhan tahun belakangan, kami sudah cukup banyak kesempatan berkunjung ke RRC, sehingga kali ini rasanya tidak ada lagi yang menarik untuk kami angkat menjadi tulisan yang layak disajikan, sebagaimana kebiasaan kami pada berbagai kunjungan sebelumnya. Namun, setidaknya ada tiga hal yang memotivasi kami untuk tetap menulis catatan yang kami sebut sebagai “catatan ringan” ini.

Pertama; bahwa seminggu sebelum kami berangkat, media cetak dan media elektronik di Indonesia cukup gencar menayangkan polemik tentang keberangkatan anggota parlemen yang terhormat terhormat untuk sudi banding, dan keberangkatan pejabat ke LN yang ditengarai sementara orang sebagai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat yang saat ini sedang dilanda berbagai keterpurukan.

Kedua; bahwa seminggu sebelumnya, pada saat kami mengikuti konferensi internasional, dalam kapasitas sebagai Vice President International Commission on Irrigation and Drainage (VP-ICID) di Yogyakarta, mendengar langsung komentar dari seorang mantan pejabat teras pengairan (tepatnya mantan Dirjen Sumber Daya Air, Departemen PU – sekarang Kementerian PU) yang mengatakan bahwa kebiasaan anggota ICID Indonesia, kebanyakan hanya keluar masuk ruangan sidang mendengar sebentar lalu kabur sebelum acara selesai, untuk pelesir. Kalaupun ada yang menulis makalah, maka dia akan tinggal terakhir sampai selesai membawakan makalah, sekalipun yang mengikuti hanya beberapa orang saja.

Ketiga; bahwa dalam acara yang saya ikuti di Yogyakarta tersebut, kami mengikutsertakan keluarga sebagai accompanying person, yang kami mobilisir dengan menyewa kendaraan lewat Bandung, dan menginap di hotel melati di kawasan Sosrokusuman, Malioboro Yogyakarta – dengan biaya sendiri yang kami kumpulkan cukup lama, sementara saya sendiri menginap di Hotel Horizon Mustika (venue konferensi). Rupanya hal ini di belakang saya mendapat sorotan selentingan dari sementara orang yang menyebut kami sebagai “Aji mumpung”, dan menghamburkan uang negara.

Ketiga hal tersebut, ternya terus mengiang di telinga saya, sementara melakukan perjalanan ke Wuhan, atas undangan FAO Regional Asia Pasific, dan Universitas Wuhan, sekalipun sebenarnya kami tidak menganggap hal tersebut penting untuk ditanggapi. Akhirnya, tulisan yang kami beri judul “catatan ringan” tetap kami tulis untuk meluruskan tanggapan miring sementara orang tersebut.

Comments (0)