Kendatipun kami baru pertama kali berkunjung ke Kota Wuhan, Provinsi Hubei, RRC, namun dalam sepuluhan tahun belakangan, kami sudah cukup banyak kesempatan berkunjung ke RRC, sehingga kali ini rasanya tidak ada lagi yang menarik untuk kami angkat menjadi tulisan yang layak disajikan, sebagaimana kebiasaan kami pada berbagai kunjungan sebelumnya. Namun, setidaknya ada tiga hal yang memotivasi kami untuk tetap menulis catatan yang kami sebut sebagai “catatan ringan” ini.
Pertama; bahwa seminggu sebelum kami berangkat, media cetak dan media elektronik di Indonesia cukup gencar menayangkan polemik tentang keberangkatan anggota parlemen yang terhormat terhormat untuk sudi banding, dan keberangkatan pejabat ke LN yang ditengarai sementara orang sebagai tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat yang saat ini sedang dilanda berbagai keterpurukan.
Kedua; bahwa seminggu sebelumnya, pada saat kami mengikuti konferensi internasional, dalam kapasitas sebagai Vice President International Commission on Irrigation and Drainage (VP-ICID) di Yogyakarta, mendengar langsung komentar dari seorang mantan pejabat teras pengairan (tepatnya mantan Dirjen Sumber Daya Air, Departemen PU – sekarang Kementerian PU) yang mengatakan bahwa kebiasaan anggota ICID Indonesia, kebanyakan hanya keluar masuk ruangan sidang mendengar sebentar lalu kabur sebelum acara selesai, untuk pelesir. Kalaupun ada yang menulis makalah, maka dia akan tinggal terakhir sampai selesai membawakan makalah, sekalipun yang mengikuti hanya beberapa orang saja.
Ketiga; bahwa dalam acara yang saya ikuti di Yogyakarta tersebut, kami mengikutsertakan keluarga sebagai accompanying person, yang kami mobilisir dengan menyewa kendaraan lewat Bandung, dan menginap di hotel melati di kawasan Sosrokusuman, Malioboro Yogyakarta – dengan biaya sendiri yang kami kumpulkan cukup lama, sementara saya sendiri menginap di Hotel Horizon Mustika (venue konferensi). Rupanya hal ini di belakang saya mendapat sorotan selentingan dari sementara orang yang menyebut kami sebagai “Aji mumpung”, dan menghamburkan uang negara.
Ketiga hal tersebut, ternya terus mengiang di telinga saya, sementara melakukan perjalanan ke Wuhan, atas undangan FAO Regional Asia Pasific, dan Universitas Wuhan, sekalipun sebenarnya kami tidak menganggap hal tersebut penting untuk ditanggapi. Akhirnya, tulisan yang kami beri judul “catatan ringan” tetap kami tulis untuk meluruskan tanggapan miring sementara orang tersebut.